Generasi al-Muzammil

Tuesday, June 28, 2005
Generasi Al-Muzammil...

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Ummul Mukmin
Aisyah ra bahwa Allah telah mewajibkan qiyamullail
kepada Rasulullah SAW. di awal surah ini. Beliau dan
para sahabat telah menegakkannya di sebagian malam
sehingga kaki-kaki mereka bengkak. Setelah genap dua
belas bulan, Allah memberikan keringanan dengan
diturunkannya ayat kedua puluh dari surah ini pula.
Maka berubahlah hukum qiyamulail yang tadinya wajib
menjadi satu ibadah yang sunnah.

Surah Al Muzammil turun pada marhalah bina'. Marhalah
penggemblengan ruh. Para sahabat merupakan calon dai'e
dan mujahid digembleng dengan gemblengan yang berat.
Selama satu tahun mereka harus bangun di tiap tengah
malam untuk berdiri solat berjam-jam. Mereka dituntut
untuk taat, tunduk, patuh dan berpegang teguh pada
perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban qiyamullail bukanlah sekadar berdiri solat
berjam-jam lamanya. Tetapi ia merupakan tarbiyah
imaniyah. Yakni, tarbiyah untuk selalu berhubungan
dengan Yang Maha Pencipta, untuk bermunajat ke
pada-Nya. Ia merupakan wasilah untuk mendekatkan diri,
berdzikir dan bertawakkal kepada-Nya.

"Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya
dengan penuh ketaatan, (Dialah) Rabb masyriq dan
maghrib, tiada Illah melainkan Dia. Maka ambillah Dia
sebagai pelindung." (QS. Al Muzammil: 8-9)

Sungguh!! Berdzikir kepada Allah taat, tunduk dan
patuh kepada-Nya, bertawakkal dan beribadah hanya
kepada-Nya, merupakan senjata yang ampuh di medan
dakwah yang penuh dengan rintangan dan cubaan.
Semuanya akan menjadikan para calon du'at dan mujahid
terbiasa untuk bersabar atas cubaan yang datang secara
berterusan. Mereka akan terbiasa menanggung derita dan
istiqamah dalam mempertahankan haq. Ini semua
merupakan satu satunya senjata pada marhalah bina'.
Marhalah yang belum diizinkan untuk menghadapi kaum
kafir secara langsung.

"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan
jauhilah mereka dengan cara yang baik" (QS. Al
Muzammil : 10).

Sungguh seorang da'ie atau mujahid yang diatas
pundaknya terbebankan panji-panji dakwah, pasti akan
mendapati cubaan, siksaan dan intimidasi, dan tentu
sangat memerlukan senjata untuk mengukuhkan mereka.
Senjata yang meneguhkan hati dan jiwa mereka. Mereka
hanya akan mendapatkannya jika dalam marhalah bina'
mereka telah digembleng dengan gemblengan Al Muzammil.
Dan harakah islamiyah jika tidak menggembleng
generasinya dengan gemblengan Al Muzammil, mereka akan
berjatuhan di tengah jalan ketika mereka dihadapkan
pada cubaan dan intimidasi.

Generasi Al Muzammil harus dibina dibawah konsep
Qur'ani. Dan tidaklah cukup jikalau Al Qur'an hanya
dijadikan sebagai pusat dan sumber intelektualiti
belaka. Tetapi Al Qur'an harus dihafal. Khusus bagi
mereka yang masih berumur muda.

Perlu diingat makna qiyamullail tidak akan pernah
menjadi realisasi selama calon da'ie atau mujahid tidak
hafal ayat-ayat Al Qur'an kecuali beberapa ayat saja.
Bagaimana ia akan merasakan nikmatnya bermunajat,
sedangkan ia hanya hafal beberapa ayat dari Al Qur'an
dan diulangnya tiap rakaat solatnya? Bagaimana ia
akan merasa khusyu'? Sungguh !! betapa nikmat, tatkala
kaki berdiri tegak untuk memulakan munajat, hati
tergerak disinari ayat-ayat Ilahi, yang kemudian
dibiaskan ke dalam penglihatan, pendengaran, jiwa dan
kehidupan.

Penghasilan generasi Al Muzammil yang mantap adalah
sesuatu yang amat penting untuk kesinambungan dakwah.
Generasi pemuda yang memiliki sebahagian Al Quran di
dadanya amat-amat diperlukan untuk memimpin arus
harakah Islamiyyah dalam era moden ini, yang penuh
dengan kegelapan yang memerlukan kekuatan rohaniyyah
para duat untuk menjulang risalah Allah.

Inilah yang akan menjadi bekal mereka, yakni Al-
Quran. Dengan bekal ini, mereka akan bisa meneguk
nikmatnya bermunajat, qiyamullail dan bertaqorrub
kepada-Nya.

Inilah potret generasi Al Muzammil, seorang pemuda
yang telah melalui hari-harinya dengan kecintaan pada
ibadah, ketaatan , dan taqorrub kepada-Nyaa. Pemuda
yang selalu bertilawah dengan tartil, yang setiap
malam air mata mengucur deras dari pelupuk matanya.
Mentadabburi ayat-ayat-Nya. Pemuda yang Al Qur'an
terukir di hati dan fikirannya.







Posted at Tuesday, May 24, 2005 by annur
annur.blogdrive.com

0 comments: