Yok datang!!!!!

Wednesday, February 21, 2007

salam 'alaikunna....

yaa akhawaat!!!

Masa tu berharga!!!

~Sesungguhnya manusia itu

selalu dalam kelalaian,kecuali org yg beriman,beramal soleh,

berpesan2 kpd kebenaran and berpesan-pesan

kepada kesabaran!!!( dari Surah Al-'Asr)~

So Come on n join us in an usrah ,

in our quest to make full use of our limited

time given by Allah.

Day: Friday

Date:23 Feb 2007

Venue: Masjid Kampung Siglap

Time:6.30pm-'Isya;( be punctual...:))

Theme of the day:Pengorbanan.

Murajaah: Surah 'Abasa,Surah At-Takwiir,Surah Al-Infithaar,

Surah Muthaffifiin,Surah Al-Insyiqaaq.


Ilal liqaa''.!!!!!!


p.s:N whoever nak bwk some snacks/makanan ringan to be shared,dipersilakan...


Detik Terakhir Rasulullah

Sunday, February 18, 2007


Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan Wasiat, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan AlQur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. " Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."


Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Rasulullah s.a.w?

Tuesday, February 13, 2007


قال تعالى : ورفعنالك ذكرك ~ سورة الإنشراح:4

Firman Allah yg bermaksud:

'Dan Kami telah meninggikan bagimu,Sebutan namamu~Sura AlInsyirah:4

Bismillah
Allhumma Solli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala 'alihi

Ayat ni selalu kita baca kan?Tapi kita tak menghayatinya.Mcm ana lah.Kita tak terasa apa yg kita baca.Ayatnya very simple but mengandungi erti yg amat besar.kekadang tu Allah hantarkan seseorang utk kita renungi ayat tersebut dan dari situ barulah kita feel the zauq of that ayat.

cuba kita perhatikan makna ayat tersebut.
Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa Allah mengangkat nama Rasulullah s.a.w...
Soalannya,bagaimana Allah mengangkat nama Rasulullah s.a.w??
lihat saja kalimah syahadah kita...sebelah namaNya Allah,namanya Siapa???Bukankah namanya Rasulullah s.a.w??
hmm..begitu sekali hebatnya kedudukan Rasulullah s.a.w disisi Allah sehinggakan Allah gandingkan NamaNya dgn namanya Rasulullah.Dan syahadah kita tidak soh jika kita hanya menyebut lailaha illah.

Ya Allah...
seperti mana Engkau gandingkan namaMu dgn nama kekasihMu...
Engkau gandingkan kami dengan Rasulullah s.a.w...

Untuk menuju CintaNya Allah..kuncinya ialah Rasulullah s.a.w.bisa kita mahu buka pintu tanpa kuncinya?
Ataupun ada kunci didepan mata kita,tapi kita dengan angkuhnya mengatakan 'kita tak perlu kunci tersebut utk membukanya'...adakah dengan kita menendang2 pintu tersebut hingga pecah utk membukanya?Bukankah ia menunjukkan kita ni teramatlah kurang sopan??

Oleh itu,memperbanyakkanlah berselawat keatasnya...Sollu 'ala Rasulillah s.a.w!

Ya Rasulallah...Dikaulah penyejuk hati kami.




*dipetik dari blog ukhti Halimah
Tuesday, February 6, 2007

Our Prophet (saas) was a person of extraordinary beauty

Aricatures in cartoons recently published in Denmark have caused great distress in the Muslim world. However, it is all too obvious that the figures pictured in these caricatures are the artists themselves.
A number of caricatures reflecting the dark mindsets that support violence, drawn by artists with Darwinist and materialist views, have been published by a joint decision of the British and French Masonic Lodges’ Supreme Councils.

The caricatures in question are actually a camouflage for the dark and murky worlds of certain atheists, representing only a visible part of the dark, wide-ranging moves that Global Freemasonry has initiated against Muslims. People need to know that the most effective—and permanent—solution to such attacks is a joint struggle against Darwinism and materialism.

Our Prophet (saas) possessed such superior moral values, and communicated the message of Islam—a religion of peace, love and brotherhood—that it is impossible to equate him with caricatures of this kind. Like the other messengers sent by God—such as Prophets Abraham, Moses and Jesus (peace be upon them all)—our Prophet (saas) was a superior, benign and exceptionally beautiful individual.

All Muslims are aware of this fact and all publications of this kind are totally in vain. Clearly, atheistic materialism can never overcome Islam by such cheap means.

The consequences of daring to mock the prophets are revealed thus in the Qur'an:

Messengers before you were also mocked, but those who jeered were engulfed by what they mocked. (Qur'an, 6:10)

The external appearance of Prophet Muhammad (saas) was full of the beauties of creation. The companions of our Prophet (saas) have handed down many details of the outward physical beauty manifested in this blessed individual by God—from the majestic dignity that so impressed those who saw him to the light in his peerless countenance, from his dignified posture to his serene laughter.

Some of the outward features of Prophet Muhammad (saas), sent as a moral role model to all humanity.